Reuni 25 Tahun Alumni Insan Cendekia Serpong Angkatan 4, Pererat Silaturahmi dan Kenang Perjalanan Seperempat Abad

 

TANGERANG SELATAN — Setelah 25 tahun berlalu, keluarga besar Alumni SMU/MAN Insan Cendekia Serpong Angkatan 4, La Quatrième Generation atau La QGene, kembali berkumpul dalam Reuni 25 Tahun yang mengusung tema “Satu Hari, Seribu Cerita, Sejuta Kenangan”.

Kegiatan tersebut digelar di Mercure Hotel BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (22/8/2026). Reuni menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, mengenang perjalanan selama menempuh pendidikan, memberikan penghormatan kepada para guru, sekaligus memperkuat persaudaraan yang telah terjalin selama seperempat abad.

Reuni dihadiri 20 guru dan 35 alumni dari total 65 alumni. Sementara itu, 10 alumni lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari sejumlah negara dan kota di Indonesia. Keikutsertaan secara daring tersebut menunjukkan bahwa jarak bukan menjadi penghalang bagi keluarga besar La QGene untuk kembali berkumpul.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh nostalgia, dan sesekali diwarnai gelak tawa. Dayu Purnama dan Ahmad Sujiman yang bertindak sebagai pembawa acara mampu menghidupkan suasana melalui pembawaan yang komunikatif dan penuh humor.

Acara diawali dengan registrasi dan penyambutan alumni serta guru, kemudian dilanjutkan Opening Ceremony. Lagu Indonesia Raya dan Mars Insan Cendekia dinyanyikan bersama, menciptakan suasana khidmat sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap almamater.

Nuansa nostalgia semakin terasa saat peserta menyaksikan video perjalanan 25 tahun La Quatrième Generation. Tayangan tersebut menampilkan potongan kenangan masa sekolah, perjalanan persahabatan, hingga kiprah para alumni setelah menyelesaikan pendidikan di SMU/MAN Insan Cendekia Serpong.

Agenda “Remembering the Boarding School Days” juga menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian. Melalui berbagai permainan dan kompetisi antarmeja, alumni dan guru kembali mengenang kehidupan di asrama, kebersamaan saat belajar, serta berbagai cerita masa remaja.

Suasana haru hadir dalam sesi “Appreciation, Tribute & Legacy”. Para alumni memberikan penghormatan dan apresiasi kepada guru-guru yang dinilai telah memberikan ilmu, keteladanan, serta fondasi penting dalam perjalanan kehidupan mereka.

Ketua Reuni, Ir. Danang Rizki Ginanjar, mengatakan perjalanan 25 tahun para alumni menjadi salah satu gambaran keberlanjutan nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan selama berada di Insan Cendekia.

“Para alumni saat ini telah berkiprah di berbagai bidang dan menduduki beragam profesi strategis, baik di pemerintahan maupun sektor swasta. Mereka hadir sebagai birokrat, profesional, akademisi, pengusaha, praktisi, dan berbagai profesi lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kiprah tersebut menjadi bagian dari kontribusi alumni kepada masyarakat, bangsa, dan negara sekaligus menjadi cerminan nilai yang dibawa dari almamater.

Sementara itu, perwakilan guru, H. Kastolan, S.Pd., M.Si., menyampaikan kebanggaannya melihat perkembangan para alumni setelah 25 tahun meninggalkan bangku sekolah.

Menurutnya, keberhasilan alumni bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bagian dari legacy almamater yang terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan coffee break, salat Ashar, tukar kado, tebak-tebakan nostalgia, serta Open Mic Sharing Session. Dalam sesi tersebut, para alumni berbagi pengalaman mengenai perjalanan hidup, karier, keluarga, hingga kontribusi yang telah dilakukan selama 25 tahun terakhir.

Master of Ceremony, Dayu Purnama A., S.H., M.H., berharap reuni tidak berhenti sebagai pertemuan satu hari. Menurutnya, ikatan yang telah terbangun perlu terus dirawat melalui komunikasi, jejaring, dan kolaborasi antarsesama alumni.

“La Quatrième Generation diharapkan dapat terus membangun jejaring, saling mendukung, berbagi pengalaman, serta menghadirkan berbagai kontribusi nyata bagi almamater, masyarakat, dan Indonesia,” katanya.

Senada, Ahmad Sujiman, S.E., menyampaikan bahwa reuni 25 tahun dapat menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi antarlulusan.

“Perbedaan profesi, tempat tinggal, dan bidang pengabdian justru menjadi kekuatan untuk menciptakan sinergi dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Reuni tersebut akhirnya bukan sekadar pertemuan setelah seperempat abad. Lebih dari itu, kegiatan menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan bersama, menghargai jasa para guru, sekaligus memperkuat persaudaraan yang telah tumbuh sejak masa sekolah.

“Satu Hari, Seribu Cerita, Sejuta Kenangan. 25 tahun berlalu, La Quatrième Generation tetap satu. Dari Insan Cendekia, untuk Indonesia.”

 

( Red ).

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *