MAKASSAR — Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN), Robi Irawan Wiratmoko, memimpin rapat koordinasi dan konsolidasi organisasi bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang berada di wilayah Sulawesi Selatan.
Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi dalam memperkuat struktur, menyatukan persepsi, serta memastikan seluruh jajaran LIN di tingkat pusat hingga daerah dapat menjalankan program dan tugas organisasi secara terarah.

Dalam arahannya, Robi Irawan Wiratmoko menekankan bahwa perkembangan organisasi harus diikuti dengan sistem koordinasi yang semakin tertata. Menurutnya, penguatan kelembagaan tidak cukup hanya dengan membentuk struktur, tetapi juga harus memastikan setiap unsur di dalam organisasi memahami tugas dan tanggung jawabnya.
Robi sebelumnya meminta Ketua DPD Sulawesi Selatan, Syahrudin, untuk menghimpun jajaran DPC, DPD, serta unsur DPP yang berada di Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertemukan berbagai unsur organisasi sekaligus menyatukan kembali agenda dan program kerja yang telah berjalan di masing-masing wilayah.

“Kita membutuhkan satu koordinasi yang kuat. Lembaga Investigasi Negara saat ini terus melakukan penataan organisasi di tingkat pusat, dan hal yang sama harus dilakukan di daerah. Jangan sampai struktur sudah terbentuk, tetapi koordinasinya belum berjalan dengan baik,” ujar Robi dalam arahannya.
Perkuat Struktur dari Pusat hingga Daerah
Robi menjelaskan, penataan organisasi saat ini tidak hanya diarahkan pada tingkat DPP. Sejumlah departemen dan bidang di tingkat pusat juga terus diperkuat agar memiliki fungsi serta agenda kerja yang lebih jelas.
Pola tersebut, lanjutnya, perlu diterapkan secara berjenjang hingga tingkat DPD dan DPC.

Setiap divisi diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari struktur organisasi, tetapi mampu menjalankan fungsi masing-masing melalui program kerja yang terukur. Koordinasi antardivisi juga dinilai penting agar berbagai kegiatan, informasi, maupun hasil kerja di lapangan dapat dikomunikasikan secara efektif.
“Setiap divisi harus tahu apa yang menjadi tugasnya. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Semua harus saling berkoordinasi sehingga apa yang dikerjakan di daerah dapat diketahui dan dikomunikasikan secara berjenjang,” jelasnya.
Menurut Robi, organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh banyaknya struktur atau jumlah pengurus, melainkan oleh kemampuan seluruh jajaran untuk bekerja secara konsisten dan bertanggung jawab.
Konsolidasi Harus Menghasilkan Kerja Nyata
Ketua Umum LIN tersebut juga mengingatkan agar konsolidasi tidak berhenti sebatas pertemuan atau agenda seremonial. Setelah koordinasi dilakukan, harus ada tindak lanjut berupa pembagian tugas, penyusunan program, target kerja, serta mekanisme pelaporan yang jelas.

Hal itu dinilai penting agar keberadaan organisasi di daerah dapat memberikan kontribusi nyata sesuai dengan visi dan misi LIN.
“Jangan sampai kita hanya berkumpul, berdiskusi, kemudian selesai. Yang paling penting adalah apa yang kita hasilkan setelah konsolidasi ini. Harus ada kerja nyata dan program yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Robi.
Ia juga meminta seluruh jajaran di Sulawesi Selatan menjaga komunikasi dan kekompakan. Menurutnya, perbedaan tugas dan fungsi antarbagian merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, tetapi seluruhnya harus tetap berada dalam satu garis koordinasi.
DPD Sulsel Didorong Menjadi Penguat Koordinasi Daerah
Dalam konteks Sulawesi Selatan, keberadaan DPD diharapkan dapat menjadi simpul koordinasi bagi seluruh unsur LIN di wilayah tersebut.

Ketua DPD Sulawesi Selatan, Syahrudin, bersama jajaran pengurus diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan DPC maupun unsur DPP yang berada di daerah.
Dengan koordinasi yang baik, berbagai agenda organisasi dapat disusun secara lebih sistematis dan menghindari terjadinya tumpang tindih kegiatan antarunsur.
Konsolidasi juga menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai arah organisasi serta memperkuat hubungan antarpengurus.
Bagi LIN, penataan tersebut menjadi bagian dari proses membangun organisasi yang lebih profesional, disiplin, dan memiliki sistem kerja yang jelas.
Profesionalisme dan Akuntabilitas Menjadi Perhatian
Sebagai organisasi yang menggunakan nama Lembaga Investigasi Negara, profesionalisme dan akuntabilitas menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan.

Setiap kegiatan organisasi, khususnya yang berkaitan dengan pemantauan, pengumpulan informasi, maupun aktivitas lapangan, perlu dilakukan secara cermat, berbasis data, serta memperhatikan ketentuan hukum dan kewenangan yang berlaku.
Karena itu, penguatan struktur juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemahaman mengenai batas tugas masing-masing pengurus.
Materi visual yang digunakan dalam kegiatan tersebut memuat identitas organisasi, logo LIN, serta sejumlah keterangan mengenai struktur dan dokumen organisasi. Namun, keberadaan materi tersebut semata tidak dapat dijadikan sebagai konfirmasi independen mengenai status hukum, kewenangan, atau pengakuan kelembagaan tertentu tanpa adanya verifikasi kepada pihak yang berwenang.
Robi: Bersama Biar Kuat
Menutup arahannya, Robi Irawan Wiratmoko mengajak seluruh jajaran LIN untuk menjaga semangat kebersamaan dan membangun organisasi melalui kerja yang terkoordinasi.

Ia menilai konsolidasi merupakan tahap awal untuk membangun sistem organisasi yang lebih kuat. Setelah itu, setiap jajaran harus mampu membuktikan hasilnya melalui program dan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ketika kita bergerak bersama, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, organisasi akan menjadi semakin kuat. Konsolidasi ini adalah langkah untuk memastikan seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama dalam membangun organisasi yang profesional, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Robi.
Konsolidasi di Sulawesi Selatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi LIN untuk memperkuat koordinasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Ke depan, tantangan organisasi bukan lagi sekadar membangun struktur, melainkan memastikan setiap struktur mampu bekerja secara efektif.

Sebab, kekuatan sebuah organisasi pada akhirnya tidak hanya terlihat dari banyaknya pengurus maupun luasnya struktur yang dimiliki, tetapi dari kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama, menjaga koordinasi, dan menghasilkan kerja nyata.
Konsolidasi adalah awal. Kerja nyata, profesionalisme, dan akuntabilitas menjadi pembuktiannya.













