JAKARTA ||buserinvestigasi.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama pada 29 Maret 2026 menjadi momentum bersejarah bagi jutaan perempuan Indonesia yang selama puluhan tahun mengabdikan diri dalam dakwah, pendidikan, serta pelayanan sosial kepada masyarakat.
Delapan dekade perjalanan organisasi perempuan terbesar di lingkungan Nahdlatul Ulama ini menegaskan peran strategis perempuan dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Sejak berdiri pada tahun 1946, Muslimat NU tidak hanya menjadi organisasi perempuan biasa, tetapi telah menjelma menjadi kekuatan sosial yang mampu menjangkau hingga pelosok desa di Indonesia.
Dari kegiatan pengajian, pendidikan anak usia dini, hingga gerakan sosial bagi masyarakat kurang mampu, kiprah Muslimat NU telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial keagamaan di tanah air.
Dalam setiap fase perjalanan bangsa, Muslimat NU hadir di garis depan. Para anggotanya tidak hanya menjadi penggerak dakwah di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi pilar utama dalam menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat pendidikan generasi muda, serta menanamkan nilai toleransi dan kebangsaan yang menjadi ciri khas Islam Nusantara.
Momentum Harlah ke-80 ini disambut dengan berbagai kegiatan di berbagai daerah, mulai dari pengajian akbar, santunan anak yatim, bakti sosial untuk masyarakat, hingga program pemberdayaan ekonomi perempuan.
Kegiatan-kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kuat bahwa Muslimat NU terus bergerak dan hadir untuk umat.
Di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari perubahan sosial hingga dinamika global, Muslimat NU tetap menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Peran ini menjadi semakin penting di tengah kebutuhan masyarakat akan figur dan gerakan perempuan yang mampu menghadirkan keteduhan dalam kehidupan beragama.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Investigasi Negara, Robi Irawan Wiratmoko yang akrab disapa Gus Robi, turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU. Menurutnya, keberadaan Muslimat NU selama ini telah menjadi kekuatan moral yang besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat Indonesia.
“Selamat Harlah ke-80 untuk Muslimat NU. Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang penuh pengabdian. Muslimat NU telah membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun umat, menjaga nilai keislaman yang moderat, serta memperkuat persatuan bangsa,” ujar Gus Robi dalam keterangannya.
Ia juga berharap, di usia yang semakin matang ini, Muslimat NU terus menjadi teladan dalam gerakan sosial keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami berharap Muslimat NU terus menjadi pelopor gerakan perempuan yang membawa kedamaian, pendidikan, dan kepedulian sosial bagi bangsa Indonesia,” tambahnya.
Memasuki usia delapan dekade, Muslimat NU diharapkan semakin memperkuat kiprahnya dalam membangun masyarakat yang religius, berkeadaban, dan berkeadilan sosial. Semangat pengabdian yang telah diwariskan selama puluhan tahun diyakini akan terus menjadi energi besar bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Redaksi)













