Kolaborasi STAK, Pemkab Sleman, Baznas, dan Relawan Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warga Sinduadi

 

<a href="https://buserinvestigasi.id/dari-cahaya-lilin-menuju-indonesia-emas-2045-bnnk-<a href="https://buserinvestigasi.id/dari-mimbar-jumat-untuk-indonesia-bersinar-bnnk-sleman-perkuat-benteng-moral-lawan-narkoba”>sleman-teguhkan-perang-melawan-narkoba”>Sleman – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan Yayasan STAK Yogyakarta melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Jombor Kidul RT 06 RW 23, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan rumah tersebut telah mencapai hampir 100 persen.

Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan STAK Yogyakarta dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, instansi terkait, Baznas Sleman, para relawan, serta para donatur yang tergabung dalam jaringan STAK.

Kegiatan diawali dengan gotong royong pembongkaran rumah pada Minggu (10/5/2026). Sejak pagi, pengurus STAK bersama warga, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai komunitas bergotong royong membongkar rumah milik Ibu Lujinem Parmini yang kondisinya sudah tidak layak huni.

Ketua Umum Yayasan STAK Yogyakarta, Sigit Susanto atau yang akrab disapa Sigit Cemo, mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial STAK kepada anggota maupun masyarakat yang membutuhkan.

“Program ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap sesama. Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memiliki rumah yang aman, nyaman, dan layak huni. Semua ini dapat terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian sosial,” ujarnya kepada awak media,Jumat  ( 26/6)

Menurut Sigit, semangat gotong royong yang menjadi budaya bangsa harus terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan tersebut, STAK berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, proses pembangunan rumah tidak hanya melibatkan tenaga sukarela, tetapi juga didukung bantuan material dan pendanaan yang berasal dari para donatur serta kas sosial STAK. Seluruh bantuan disalurkan kepada penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi sehingga tepat sasaran.

Selama proses pembangunan, puluhan relawan dari berbagai komunitas, organisasi masyarakat, serta warga sekitar bekerja secara bergiliran dari pagi hingga malam hari untuk mempercepat penyelesaian rumah. Selain mengganti bagian bangunan yang telah lapuk dimakan usia, rumah tersebut juga dibangun dengan penambahan kamar agar dapat memberikan kenyamanan bagi Ibu Lujinem Parmini beserta kedua anaknya.

Sigit menambahkan, program bedah rumah tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Sleman, tetapi juga menjadi bagian dari misi kemanusiaan Yayasan STAK Yogyakarta yang akan terus dikembangkan di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai kemampuan dan dukungan para mitra.

Dengan progres pembangunan yang kini telah mencapai hampir 100 persen, diharapkan rumah tersebut segera dapat ditempati sehingga keluarga penerima manfaat dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman, sehat, dan nyaman.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, relawan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai warisan luhur bangsa Indonesia.

( Deny )