Jelang Pilur Watugajah,Jalan Umum Dusun Plasan Ditutup Misterius, Warga Pertanyakan Siapa di Baliknya

 

GUNUNGKIDUL – Dinamika menjelang Pemilihan Lurah (Pilur) Watugajah mendapat perhatian setelah akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat sebagai jalan umum di Dusun Plasan diketahui ditutup.

Selain persoalan penutupan akses, muncul pula pertanyaan warga mengenai aktivitas pembuatan batako yang dilakukan di area jalan tersebut. Warga mempertanyakan, mengapa pembuatan batako harus dilakukan di jalan umum dan mengapa aktivitas tersebut kemudian menyebabkan akses jalan masyarakat ditutup?

Pertanyaan tersebut penting mendapatkan penjelasan agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa pihak yang melakukan aktivitas pembuatan batako maupun siapa yang menutup akses jalan. Demikian pula alasan dan dasar penutupan jalan tersebut belum memperoleh penjelasan resmi.

Kondisi ini menjadi perhatian karena berlangsung menjelang momentum Pilur Watugajah. Meski demikian, belum terdapat bukti yang dapat memastikan bahwa persoalan penutupan jalan maupun aktivitas pembuatan batako tersebut berkaitan dengan kepentingan atau persaingan dalam Pilur.

Karena itu, persoalan tersebut perlu disikapi secara proporsional dan berdasarkan fakta. Pemerintah kalurahan maupun pihak terkait diharapkan memberikan klarifikasi mengenai status jalan, aktivitas pembuatan batako, serta dasar penggunaan badan jalan untuk kegiatan tersebut.

Jika jalan tersebut memang merupakan akses umum, masyarakat tentu memiliki kepentingan agar jalur tersebut tetap dapat digunakan dan tidak terganggu oleh aktivitas tertentu.

Warga juga berhak mendapatkan penjelasan apabila terdapat alasan teknis, izin, kesepakatan, atau dasar lain yang menyebabkan jalan tersebut digunakan untuk pembuatan batako sekaligus ditutup sementara.

Pertanyaan sederhananya: jika memang jalan tersebut merupakan akses umum, mengapa kegiatan pembuatan batako dilakukan di jalan? Dan jika pembuatan batako membutuhkan penggunaan jalan, atas dasar apa akses masyarakat kemudian ditutup?

Klarifikasi menjadi penting, terutama menjelang Pilur. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi justru berkembang menjadi isu dan menimbulkan kesalahpahaman antarwarga.

Pemerintah Kalurahan Watugajah diharapkan segera turun ke lapangan, mengecek kondisi sebenarnya, serta mempertemukan pihak-pihak terkait apabila memang terdapat persoalan mengenai penggunaan jalan.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak yang melakukan penutupan jalan dan aktivitas pembuatan batako tersebut belum diketahui secara pasti. Media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pemerintah kalurahan maupun pihak yang berkepentingan.

Dengan demikian, persoalan ini diharapkan dapat diselesaikan secara terbuka tanpa mengaitkannya dengan Pilur sebelum terdapat fakta yang dapat membuktikan adanya hubungan tersebut.

( Tim )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *