SAMPANG,- Warga dan pemerhati publik di Kabupaten Sampang mendesak Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, untuk segera turun tangan serta mengevaluasi kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang.
Desakan ini mencuat menyusul temuan di lapangan terkait pelaksanaan proyek infrastruktur Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang dikerjakan secara asal-asalan.
Berdasarkan data di papan informasi proyek, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh P3A Buker Jaya di Daerah Irigasi Buker jaya, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang (Titik Koordinat: X: 7113,1840E, Y: 791833S).
Namun, hasil pengerjaan di lapangan justru menuai kritik tajam. Sejumlah dokumentasi menunjukkan kondisi bangunan fisik irigasi mengalami retak-retak di sepanjang pekerjaan irigasi, serta kualitas pengerjaan yang dinilai tidak sesuai standar.
Melihat kondisi tersebut, publik melontarkan sindiran keras terhadap instansi berwenang. *”Luar biasa kinerja Siti Muatifah selaku Plt. PUPR Kabupaten Sampang meloloskan pekerjaan P3-TGAI ini,”* ujar salah satu warga dengan nada geram.
Kritik serupa juga disuarakan oleh berbagai pihak yang prihatin, *”Kalau semua kontraktor seperti ini, bagaimana nasib Indonesia?!”* menyoroti buruknya mutu pengerjaan fisik proyek yang bersumber dari anggaran negara tersebut.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat. Warga menilai kualitas proyek infrastruktur di Kecamatan Jrengik sangat memprihatinkan dan tidak bisa diharapkan jika pengawasan dari dinas terkait terus dibiarkan lemah.
Atas temuan tersebut, publik mendesak agar Bupati Sampang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Dinas PUPR, agar kerugian negara dapat dicegah dan kontraktor nakal dapat segera ditindak tegas.
Pewarta : ROIKIN













