MAGELANG – Krisis air bersih yang melanda lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Huda, Dusun Kembang Kuning, Desa Rejosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, menjadi perhatian Keluarga Besar RGG. Sebagai bentuk kepedulian, RGG menyalurkan bantuan sebanyak 24 tangki air bersih ke pondok pesantren yang diasuh Gus Ulin tersebut, Minggu (8/11/2026).
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua RGG yang akrab disapa Gogon. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi para santri dan aktivitas sehari-hari di lingkungan pondok pesantren.
Namun, di balik bantuan tersebut, tersimpan persoalan serius yang membutuhkan perhatian pemerintah. Ketersediaan air bersih di lingkungan pondok pesantren masih sangat memprihatinkan, khususnya saat musim kemarau.
Gogon menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat turun tangan membantu pengadaan sumur bor, tidak hanya untuk lingkungan pondok pesantren, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, kebutuhan air bersih di pondok pesantren cukup besar. Khusus untuk kebutuhan berwudu saja, diperlukan sekitar 6.000 liter air setiap hari.
Kondisi keterbatasan air tersebut bahkan berdampak langsung terhadap kehidupan para santri. Saat musim kemarau, mereka terpaksa mengatur penggunaan air, termasuk mandi yang harus dilakukan dua hari sekali.
“Harapan kami ke depan, ada uluran tangan dari pemerintah untuk membantu pengadaan sumur bor di wilayah pondok pesantren dan masyarakat sekitar. Ini demi kesejahteraan bersama, karena kondisi air di pondok, khususnya saat musim kemarau, sangat memprihatinkan,” ungkap Gogon.
Ia menambahkan, kebutuhan air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan menyangkut kesehatan, kebersihan, serta kelangsungan aktivitas pendidikan dan ibadah para santri.
Penyaluran 24 tangki air bersih oleh keluarga besar RGG menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi tersebut. Meski demikian, bantuan air melalui tangki bersifat sementara sehingga diperlukan solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Karena itu, pengadaan sumur bor dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian pemerintah, baik pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun instansi terkait.
Melalui aksi sosial ini, RGG berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban Ponpes Darul Huda sekaligus membuka perhatian lebih luas terhadap persoalan ketersediaan air bersih yang dialami masyarakat Dusun Kembang Kuning.
Kepedulian tidak cukup berhenti pada bantuan sesaat. Dibutuhkan langkah nyata dan dukungan berkelanjutan agar para santri dapat menjalankan aktivitas belajar, beribadah, dan menjaga kebersihan dengan layak.
(Deny)
23 kunjungan





