Limbah B3 PT GEI Diduga Jadi Bahan Urukan Sekolah di Jombang, DPD LIN 16 Jatim Bereaksi Keras

 

JOMBANG – Lembaga Investigasi Negara (LIN) melalui DPD LIN 16 Jawa Timur menemukan dugaan pelanggaran serius terkait pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di wilayah Kudu, Jombang. Berdasarkan investigasi lapangan pada Selasa, 3 November 2026, ditemukan dua unit dump truck yang mengangkut limbah B3 dari PT GEI menuju Dusun Glugu, Desa Katemas, Kecamatan Kudu.

Ironisnya, limbah berbahaya tersebut diduga digunakan untuk menguruk pondasi sebuah bangunan sekolah. Temuan ini dilaporkan langsung oleh tim investigasi LIN Jombang, Hengki dan Alpan, yang memantau aktivitas pengangkutan tersebut di lokasi.

Ketua DPD LIN 16 Jawa Timur, Kang Kris, menyatakan keprihatinan mendalam saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon. Ia menegaskan bahwa penggunaan limbah B3 sebagai bahan urukan bangunan, terlebih untuk fasilitas pendidikan, adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Ini masalah serius bagi kita semua. Bagaimana mungkin limbah B3 dijadikan bahan uruk? Dampak kesehatan jangka panjang bagi warga sekitar dan para siswa nantinya sangat mengkhawatirkan. Kami mempertanyakan perizinan dan pengawasan dari pihak-pihak terkait,” tegas Kang Kris.

Informasi yang dihimpun tim investigasi menunjukkan adanya dugaan kesengajaan dari pemilik lahan yang bersikeras menggunakan limbah tersebut sebagai bahan urukan demi mengejar keuntungan pribadi yang lebih besar (laba banyak), tanpa memedulikan risiko lingkungan yang ditimbulkan.

LIN DPD 16 Jawa Timur berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan akan segera berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) serta Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan adanya tindakan tegas terhadap PT GEI maupun pemilik lahan.

“Kesehatan warga dan kepastian hukum tidak bisa ditawar dengan harga urukan yang murah,” tutup Kang Kris dengan nada berwibawa.

(Tim)

22 kunjungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *