Potong Tumpeng Warnai Grand Launching Jogja Bird Arena di Monjali

 

Yogyakarta ( DIY ) – Grand launching Jogja Bird Arena resmi digelar di kawasan Monumen Yogya Kembali, Minggu (5/4/2026). Acara pembukaan ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya kembali aktivitas komunitas pecinta burung berkicau di Yogyakarta.

Founder Jogja Bird Arena, Agung, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali gairah para pecinta burung kicau atau kicau mania di wilayah Yogyakarta.

“Agenda hari ini menjadi langkah awal untuk menggeliatkan kembali komunitas pecinta burung berkicau,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi acara.

Menurut Agung, pemilihan lokasi di Monjali bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut memiliki nilai historis dalam perkembangan dunia perburungan di Yogyakarta.

“Kami ingin menghidupkan kembali memori lama, di mana awal perkembangan perburungan di Yogyakarta dulu ada di Monjali dan Singosaren. Banyak wajah lama yang hadir hari ini, ini menunjukkan silaturahmi komunitas tetap terjaga,” ungkapnya.

Ke depan, gantangan di Monjali diharapkan menjadi pusat kegiatan rutin bagi komunitas burung berkicau. Dalam waktu dekat, lokasi ini juga akan digunakan oleh Pelestari Burung Indonesia (PBI) serta sejumlah event organizer lainnya untuk menggelar berbagai agenda.

“Harapannya kegiatan ini bisa berkesinambungan. Setelah ini akan ada agenda dari PBI dan juga EO lainnya. Kami juga ingin menghidupkan kembali latihan rutin seperti dulu,” tambah Agung.

Dengan diaktifkannya kembali gantangan di Monjali, diharapkan ekosistem hobi burung berkicau di Yogyakarta semakin berkembang serta mampu menjadi daya tarik baru di kawasan wisata tersebut.

Sementara itu, salah satu peserta lomba, Rasya, berhasil meraih juara dua di kelas murai batu. Ia berharap ke depan kegiatan gantangan di Monjali dapat semakin berkembang, baik dari segi kualitas penilaian maupun jumlah peserta.

“Semoga ke depan penilaiannya semakin baik dan pesertanya semakin ramai di Yogyakarta. Namun untuk pelaksanaan hari ini, jeda waktu antara sesi pertama dan kedua masih terlalu dekat,” ujarnya.

( Kang pay )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *