BOLMONG – Puluhan warga Desa Konarom Barat, Kecamatan Dumoga Tenggara, menggelar aksi unjuk rasa dengan menyampaikan tuntutan agar Sangadi (Kepala Desa) Konarom Barat dicopot dari jabatannya karena diduga terlibat kasus perselingkuhan yang dinilai mencederai norma agama, adat, dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
Aspirasi masyarakat diterima langsung oleh Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati mendengarkan penyampaian tuntutan dan keluhan warga yang diwakili Koordinator Aksi, Riswan Makalalag.
Menurut Riswan, masyarakat menilai dugaan perbuatan amoral yang dituduhkan kepada Sangadi telah merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah desa. Massa aksi juga mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti, di antaranya rekaman percakapan yang diduga terkait perselingkuhan antara Sangadi dan Bendahara Desa, serta rekaman mengenai pembayaran uang denda adat (Ompat Lipu) kepada Ketua Adat Desa Konarom Barat.
Atas dasar itu, massa meminta Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow segera mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Sangadi Konarom Barat sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Sangadi Konarom Barat terkait tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow juga belum menyampaikan keputusan atas tuntutan masyarakat dan masih menampung aspirasi yang disampaikan warga.














Response (1)