YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan gerakan “Revolusi Postur Indonesia” sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan postur tubuh sebagai fondasi menciptakan sumber daya manusia yang sehat, kuat, tangguh, dan produktif.
Program yang mengusung slogan “Membangun Indonesia dimulai dari membangun manusianya” tersebut merupakan gerakan edukasi yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, pekerja, atlet, hingga masyarakat umum.
Ketua DPP GBN-MI DIY, Heru Wintoko, mengatakan bahwa Revolusi Postur Indonesia bukan sekadar program kesehatan, tetapi merupakan bagian dari gerakan kebangsaan untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang memiliki kualitas fisik dan mental yang baik.
“Bela negara bukan hanya mempertahankan wilayah dan kedaulatan bangsa, tetapi juga mempersiapkan manusia Indonesia agar sehat, kuat, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. Karena itu, membangun Indonesia harus dimulai dari membangun kualitas manusianya,” ujar Heru Wintoko. Senin ( 3/8).
Menurut Heru, perkembangan gaya hidup modern telah menyebabkan meningkatnya berbagai gangguan postur tubuh akibat kebiasaan duduk terlalu lama, minim aktivitas fisik, penggunaan gawai secara berlebihan, serta pola gerak yang kurang tepat. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal.
Melalui gerakan ini, GBN-MI DIY bersama Spine Posture Health Center mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan postur melalui edukasi, skrining, asesmen, latihan korektif, serta pendampingan berkelanjutan.
Program Revolusi Postur Indonesia dibangun di atas lima pilar utama, yaitu mengenali kondisi tubuh, memahami pentingnya postur yang benar, memperbaiki pola gerak, menjaga kesehatan tubuh secara berkelanjutan, serta mendorong masyarakat agar mampu berkontribusi bagi bangsa melalui tubuh yang sehat.
Selain itu, kegiatan akan dilaksanakan melalui berbagai program, di antaranya Revolusi Postur Day, Revolusi Postur School, Revolusi Postur Campus, Revolusi Postur Workplace, Revolusi Postur Community, dan Revolusi Postur Athlete yang disesuaikan dengan kelompok sasaran.
Heru Wintoko menambahkan, GBN-MI DIY menargetkan terbentuknya kesadaran postur bagi satu juta masyarakat Indonesia melalui edukasi dan skrining kesehatan yang dilakukan secara bertahap di berbagai daerah.
“Kami ingin membangun gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Indonesia yang maju membutuhkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan memiliki karakter bela negara. Revolusi Postur Indonesia diharapkan menjadi salah satu langkah nyata menuju tujuan tersebut,” katanya.
Melalui gerakan ini, GBN-MI DIY berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan postur tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, prestasi, serta kualitas sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.
Program Revolusi Postur Indonesia mengusung visi membangun manusia Indonesia yang sehat, kuat, tangguh, produktif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa, sejalan dengan semangat bela negara dan pembangunan karakter generasi masa depan.
( */Deny ).
- JEC 2026: Panggung Bergengsi Lahirkan Inovator Muda Indonesia, UMM Mataram Raih Juara Umum
- Kasus 2014 Belum Tuntas Meski Ada Putusan Praperadilan,Kapolda Sulut Jadi Sorotan
- Dugaan Penahanan Tanda Tangan dalam Proses Ganti Rugi Tol Jogja–Solo di Maguwoharjo Disorot, Sejumlah Pihak Diminta Beri Klarifikasi












