Surabaya – Gelombang dukungan terhadap Ketua DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Jawa Timur, Markat N.H, terus menguat. Ketua DPC LIN Pasuruan Raya, Dorry Eko Susanto, secara resmi menyerahkan surat pemberitahuan aksi damai ke Polrestabes Surabaya, sebagai langkah tegas mengawal proses hukum yang dinilai penuh kejanggalan.
Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan moral terhadap segala bentuk dugaan kriminalisasi terhadap aktivis kontrol sosial. Dorry menegaskan bahwa LIN tidak akan diam ketika keadilan dipermainkan dan hukum dijadikan alat kekuasaan.
“Kami datang dengan damai pada 10 November 2025, tapi dengan ketegasan sikap. Jangan ada upaya membungkam pejuang kebenaran. Kami hanya ingin memastikan hukum ditegakkan tanpa pilih kasih,” tegas Dorry Eko Susanto kepada awak media usai menyerahkan surat ke Polrestabes Surabaya.
Menurut Dorry, pemanggilan terhadap Ketua DPD LIN Jatim, Markat N.H, harus diperlakukan secara adil dan terbuka. Ia menilai ada indikasi tekanan terhadap pihak yang selama ini berani mengungkap kasus-kasus besar di Jawa Timur.
“Ketua kami adalah sosok yang berani bersuara demi kepentingan rakyat. Jika ada pihak yang mencoba membungkamnya, maka seluruh jajaran LIN siap turun mengawal sampai titik akhir,” lanjutnya.
Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan, LIN Pasuruan Raya menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan bersifat damai, teratur, dan patuh hukum. Semua peserta diwajibkan menjaga ketertiban dan menghindari provokasi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Dorry juga menegaskan, aksi ini bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan bentuk nyata pengawasan masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum.
“Kami percaya pada hukum, tapi kami juga tahu bahwa hukum harus diawasi agar tidak diselewengkan. Tidak boleh ada yang kebal hukum, termasuk oknum yang mencoba bermain di balik proses ini,” pungkas Dorry.
Ratusan anggota dan simpatisan Lembaga Investigasi Negara dari berbagai daerah di Jawa Timur dikabarkan siap hadir dalam aksi damai ini. Mereka membawa satu pesan besar: “Hukum harus berdiri di atas keadilan, bukan di bawah tekanan kekuasaan.”
Dengan langkah ini, LIN Pasuruan Raya menegaskan bahwa lembaga kontrol sosial tidak bisa dibungkam. Kebenaran, meski sempat ditekan, akan selalu menemukan jalannya.













