Yogyakarta ( DIY ), – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD DIY, Kamis (26/2/2026) sore. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan percepatan reformasi kepolisian serta mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Para peserta membawa poster dan spanduk berisi tuntutan, sementara sejumlah perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi.
Perwakilan mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Tyas Habibie, menegaskan bahwa aksi digelar secara damai untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi yang argumentatif. Aksi ini damai. Namun kami merasa kehadiran mahasiswa justru dianggap sebagai ancaman,” ujar Tyas dalam orasinya.
Ia menilai reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia perlu segera dipercepat karena persoalan yang muncul dinilai bersifat sistemik dan berulang. Menurutnya, permasalahan tidak hanya terletak pada oknum, melainkan juga pada sistem dan kultur institusi.
“Kami tidak menafikan ada banyak anggota yang baik. Namun ketika kesalahan terus berulang tanpa perubahan berarti, itu menandakan ada persoalan secara sistemik. Polri harus segera direformasi,” katanya.
Mahasiswa juga menyinggung komitmen reformasi yang sebelumnya diwacanakan melalui kebijakan presiden. Mereka menilai tenggat waktu yang pernah disampaikan belum menunjukkan hasil konkret.
“Sudah diberi tenggat tiga bulan sejak November. Namun hingga kini kami belum melihat perubahan signifikan,” tutur Tyas.
Selain isu reformasi kepolisian, massa turut menyoroti pelaksanaan program MBG. Mereka mempertanyakan transparansi, mekanisme distribusi, serta pengawasan program tersebut di lapangan.
Tyas menyebut program MBG berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak diawasi secara ketat. “Kami melihat program ini perlu pengawasan bersama agar tidak menimbulkan penyimpangan,” ujarnya.
Hingga aksi berakhir, situasi berlangsung kondusif. Massa membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan tuntutan mereka.
,( Aiman )













