Dapur MBG di Pesantren Jabar Jadi Polemik, Kontraktor Klaim Kerugian Rp3 Triliun

JAWA BARAT ll buserinvestigasi.id — Program pembangunan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di sejumlah pesantren di Jawa Barat kini menuai polemik.

Sejumlah kontraktor mengaku belum menerima pembayaran dari pihak pengelola proyek, yakni Koperasi Santri Nusantara (Kopsantara), meskipun bangunan telah selesai dikerjakan sejak 2025.

Salah satu kontraktor mengungkapkan dirinya membangun lima titik dapur santri sejak Juli 2025. Namun hingga kini pembayaran yang dijanjikan tidak pernah diterima.Senin,(23/3/2026)

Dari Juli 2025 saya bangun lima titik. Sampai sekarang dapurnya mangkrak karena tidak ada pembayaran,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan ini tidak hanya dialami oleh dirinya. Ratusan kontraktor lain dari berbagai daerah juga mengaku mengalami nasib serupa.

Para kontraktor bahkan sempat mendatangi kantor pihak pengelola proyek di Cianjur, Jawa Barat, untuk meminta kejelasan.

Dalam pertemuan tersebut disebutkan sekitar 800 kontraktor berkumpul karena mengalami masalah yang sama terkait pembayaran proyek dapur pesantren.

Dalam pertemuan itu, seorang pihak yang disebut bernama Yudi sempat mengeluarkan pernyataan bahwa pembayaran proyek akan dilakukan pada 10 November 2025 setelah sebelumnya selama empat bulan tidak ada pembayaran kepada kontraktor.

Namun hingga saat ini, janji tersebut disebut belum terealisasi.

Tidak ada pembayaran sepeser pun. Bahkan kantor mereka sekarang sudah tutup,” kata kontraktor tersebut.

Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya secara pribadi mencapai sekitar Rp4 miliar.

Sementara jika dihitung dari seluruh kontraktor yang terlibat, total kerugian diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp3 triliun.

Para kontraktor kini tengah berkoordinasi untuk menempuh langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Setelah Syawal kami rencana melapor ke Kapolda bersama kontraktor lain,” ujarnya.

Tidak hanya itu, para kontraktor juga mengancam akan menggelar aksi demonstrasi jika persoalan ini tidak segera mendapat perhatian dari pihak terkait.

Kalau tidak ada respons atau penanganannya lambat, kami akan demo di Gedung Sate bersama kontraktor dan yayasan yang menjadi korban,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Koperasi Santri Nusantara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para kontraktor tersebut.(Lin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *