PAPUA ||buserinvestigasi.id – Penguatan kelembagaan di kawasan timur Indonesia terus dilakukan Lembaga Investigasi Negara.
Ketua Umum Robi Irawan Wiratmoko resmi menunjuk Jackson Sambow sebagai Kepala Koordinator dan Verifikator untuk percepatan pembentukan struktur organisasi di Papua, Maluku, dan Ambon.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat peran LIN dalam mengawal transparansi, penegakan kebenaran, serta pengawasan sosial di wilayah Indonesia timur yang dinilai memiliki tantangan geografis dan struktural tersendiri.
Penunjukan Jackson Sambow bukan tanpa alasan.
Ia dinilai telah menunjukkan komitmen dan kinerja yang kuat selama memimpin LIN di Papua Barat Daya, sehingga dipercaya mampu mengemban tanggung jawab yang lebih luas dalam membangun jaringan organisasi di tingkat daerah.
Dalam perannya sebagai Kepala Koordinator dan Verifikator, Jackson akan memfokuskan diri pada percepatan pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di berbagai wilayah strategis.
Selain itu, ia juga bertugas memastikan setiap kepengurusan yang terbentuk memenuhi standar organisasi, baik dari sisi administrasi, legalitas, maupun integritas personal.
“Penguatan struktur organisasi menjadi fondasi utama agar LIN dapat bekerja lebih efektif dan profesional di daerah,” ujar Jackson dalam keterangannya.
Tak hanya itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dari rencana strategis yang akan dijalankan.
Program pelatihan di bidang investigasi, advokasi, dan pemahaman hukum akan digencarkan guna meningkatkan kualitas anggota di lapangan.
Jackson juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta elemen masyarakat sipil.
Menurutnya, kolaborasi yang konstruktif akan memperkuat peran LIN sebagai mitra kritis dalam mengawal kebijakan publik.
Di sisi lain, penguatan fungsi investigasi dan advokasi akan terus didorong, terutama dalam merespons berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, maupun persoalan sosial lainnya.
Untuk menunjang efektivitas kerja, LIN juga mulai mengarah pada penerapan sistem digitalisasi dalam pelaporan dan koordinasi antarwilayah.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respons serta meningkatkan akurasi data di lapangan.
Ketua Umum LIN, Robi Irawan Wiratmoko, menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan bagian dari strategi nasional organisasi dalam memperluas jangkauan dan memperkuat peran LIN secara merata di seluruh Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa LIN hadir secara nyata di setiap daerah, termasuk di wilayah timur Indonesia, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan profesionalitas,” tegasnya.
Dengan penunjukan ini, Lembaga Investigasi Negara optimistis mampu mempercepat pembentukan struktur organisasi di Papua, Maluku, dan Ambon, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata dalam memperjuangkan transparansi dan keadilan bagi masyarakat.
Langkah konsolidasi ini menjadi sinyal kuat bahwa LIN terus bergerak memperkuat peran sebagai lembaga investigasi yang independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik di seluruh wilayah Indonesia.













