Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme, Densus 88 AT dan BKKBN DIY Bergerak di Momentum Harganas

 

Yogyakarta – Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dimanfaatkan Satgaswil DIY Densus 88 Antiteror Polri bersama Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengampanyekan pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui pendekatan keluarga.

Kegiatan yang dikemas dalam Senam Minggu Pagi tersebut digelar di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (28/6/2026), pukul 06.00–09.00 WIB, dan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai kalangan masyarakat di DIY dan sekitarnya.

Acara dihadiri Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Prof. Dr. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D., jajaran pimpinan tinggi madya Kemendukbangga/BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Rohina, S.Sos., M.Si., perwakilan BNNP DIY, PT Bank BPD DIY, Balai Besar POM Yogyakarta, Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M., Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY dan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, serta DP3AP2KB Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan berkarakter. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan Harganas ke-33 sekaligus mengajak masyarakat untuk terus memperkuat ketahanan keluarga sebagai modal utama mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Kasatgaswil DIY Densus 88 AT Polri memberikan edukasi mengenai pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Dalam pemaparannya disampaikan bahwa tren penindakan terhadap pelaku terorisme di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan. Kondisi tersebut dinilai tidak lepas dari semakin masifnya upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat serta meningkatnya partisipasi publik dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran paham radikal sejak dini.

Kasatgaswil DIY juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ceramah maupun konten digital yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, serta narasi yang mengarah pada radikalisme dan ekstremisme. Menurutnya, anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang paling rentan terpapar melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Sebagai ilustrasi, disampaikan adanya kasus paparan paham radikal yang melibatkan seorang pelajar di SMA Negeri 72 Jakarta. Selain itu, secara nasional tercatat sebanyak 247 anak telah diamankan dan mendapatkan pendampingan dari paparan radikalisme dan kekerasan. Sementara itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 12 anak yang telah menjalani program rehabilitasi melalui pemerintah daerah.

Melalui momentum Harganas ke-33, para orang tua diajak untuk lebih aktif mendampingi anak dalam menggunakan gawai dan media sosial sebagai langkah preventif guna mencegah penyebaran paham IRET. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya individu maupun kelompok yang terindikasi terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Sebagai bagian dari edukasi publik, Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri menghadirkan stan informasi yang dilengkapi banner edukasi mengenai pencegahan IRET. Materi yang disampaikan meliputi penguatan literasi digital, upaya menangkal radikalisme, serta kewaspadaan terhadap bahaya grup TCC. Banner tersebut juga dilengkapi kode QR yang dapat dipindai masyarakat untuk mengakses berbagai materi edukasi, khususnya bagi anak-anak, remaja, dan keluarga.

Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Selain mendorong budaya hidup sehat melalui olahraga bersama, kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat nilai persatuan, serta meningkatkan ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Melalui sinergi antara Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri dan BKKBN DIY, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh paham radikal semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan tangguh.

 

( Pai )

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *