SLEMAN, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan tiga gedung baru di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, yakni Gedung Madukara, Gedung Mandala Wangi, dan Gedung Arogyagati.
Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah dalam penguatan pelayanan kesehatan jiwa di DIY. Sri Sultan menegaskan, keberadaan tiga gedung tersebut bukan sekadar penambahan infrastruktur, tetapi merupakan bagian dari mata rantai pelayanan kesehatan jiwa yang saling terintegrasi.
Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian tiga fasilitas baru tersebut.
“Yang kita resmikan bukanlah tiga gedung yang berdiri sendiri, melainkan satu mata rantai pelayanan yang menghubungkan penanganan, pemulihan hingga kesinambungan terapi,” ujar Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, Gedung Madukara, Gedung Mandala Wangi, dan Gedung Arogyagati dibangun untuk mendukung pelayanan kesehatan jiwa yang semakin komprehensif, rehabilitatif, cepat, dan terintegrasi.
Ia menegaskan, kemajuan pelayanan kesehatan tidak dapat diukur hanya dari bertambahnya bangunan maupun peralatan medis. Infrastruktur tersebut baru memiliki makna apabila mampu menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Ketika seseorang datang untuk memperoleh pertolongan, boleh jadi ia sedang berada pada salah satu titik yang paling rendah dalam kehidupannya,” katanya.
Karena itu, Sri Sultan mendorong agar pelayanan kesehatan tidak berhenti pada upaya mengobati penyakit, tetapi juga diarahkan pada proses pemulihan manusia secara utuh.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan jiwa tidak hanya ditandai dengan terkendalinya gejala yang dialami pasien. Proses pemulihan harus menjadi bagian penting agar pasien dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih baik dan berkelanjutan.
Selain peningkatan fasilitas, Sri Sultan juga menyoroti persoalan stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa. Ia menilai pembangunan fasilitas modern harus berjalan beriringan dengan perubahan cara pandang masyarakat.
“Kita masih memiliki pekerjaan untuk mengurangi stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa. Jangan sampai pintu rumah sakit semakin terbuka, tetapi pintu penerimaan sosial justru masih tertutup,” tegasnya.
Sri Sultan menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan juga harus diikuti dengan pengelolaan yang semakin baik. Namun demikian, ia mengingatkan agar sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan tidak boleh berkurang.
“Pasien adalah manusia dengan keluarga, perjalanan hidup, kecemasan sekaligus harapan,” ungkapnya.
Dengan diresmikannya Gedung Madukara, Gedung Mandala Wangi, dan Gedung Arogyagati, Sri Sultan berharap penguatan fasilitas tersebut dapat semakin mendukung pelayanan kesehatan jiwa yang tidak hanya berorientasi pada penanganan medis, tetapi juga pemulihan serta penerimaan sosial bagi pasien dan keluarganya.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan judul yang lebih tajam dan menarik untuk portal berita online, misalnya dengan menonjolkan pesan Sri Sultan soal “pintu rumah sakit terbuka, tetapi pintu penerimaan sosial jangan tertutup.”
( Deny).













