Sleman – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar kampanye Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui mimbar khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Padukuhan Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 jamaah tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Hadir dalam kegiatan itu pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Sleman, unsur Forkopimda Kabupaten Sleman, Panewu, perangkat kalurahan, serta tokoh masyarakat setempat.
Khutbah Jumat disampaikan oleh Badril Mustafa dengan mengangkat tema bahaya penyalahgunaan narkoba dari perspektif agama. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama membangun budaya hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan moral, keluarga, dan masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan, dimulai dari lingkungan keluarga, tempat ibadah, hingga kehidupan bermasyarakat.
Usai pelaksanaan salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Sleman serta penyerahan bantuan kepada Masjid Al-Ikhlas Tempursari.
Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pendekatan keagamaan menjadi salah satu strategi efektif dalam memperluas edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Melalui pesan-pesan keagamaan dalam khutbah Jumat, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan keimanan sebagai benteng utama melawan narkoba,” ujarnya.
Teguh menambahkan, sinergi antara BNNK Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman diharapkan mampu memperluas jangkauan kampanye P4GN sehingga semangat Hari Anti Narkotika Internasional 2026 benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus mendukung berbagai program P4GN yang dilaksanakan BNNK Sleman.
“Kolaborasi ini merupakan strategi edukasi yang menyentuh langsung masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Kami berharap pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat diterima lebih luas dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan kebersamaan, BNNK Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis mampu mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap ancaman narkoba serta menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
( Deny )














Responses (8)