Grand Champion Dunia dari Pacitan: Anak Keluarga Sederhana Ini Hanya Ingin Bertemu Prabowo dan Deddy Corbuzier

PACITAN||buserinvetigasi.id — Dari sebuah desa sederhana di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, seorang siswi sekolah dasar berhasil menorehkan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

Ia adalah Berlian Ivhana Wycella, pelajar dari SDN Ngadirejan Pringkuku, yang berhasil meraih gelar Grand Champion dalam ajang ALOHA International Mental Arithmetic Competition 2023 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 Juli 2023.

Kompetisi matematika mental tingkat dunia tersebut diikuti oleh sekitar 700 peserta dari 15 hingga 18 negara, dengan usia peserta antara 4 hingga 13 tahun.

Dalam kompetisi itu, para peserta ditantang menyelesaikan puluhan soal aritmatika dalam waktu sangat singkat menggunakan teknik mental arithmetic atau metode sempoa.

Di tengah ketatnya persaingan internasional tersebut, Berlian tampil luar biasa. Ia mampu menyelesaikan 70 soal aritmatika dalam waktu kurang dari lima menit, sebuah kemampuan yang mengantarkannya meraih nilai tertinggi di kategorinya dan menyandang gelar Grand Champion.

Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya, tetapi juga bagi masyarakat Pacitan dan Indonesia.

Namun di balik capaian gemilang tersebut, terdapat kisah perjuangan yang tidak banyak diketahui publik.

Berlian berasal dari keluarga sederhana yang hidup dengan keterbatasan ekonomi. Meski demikian, dukungan dan semangat dari orang tua membuatnya terus berjuang mengejar prestasi.

Saat ditanya mengenai harapan terbesarnya, jawaban Berlian justru sangat sederhana namun menyentuh. Ia berharap suatu hari dapat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut keluarga, Berlian pernah mendengar bahwa Prabowo ingin mencari dan mendukung anak-anak emas Indonesia yang berprestasi.

Karena itu, Berlian berharap prestasinya dapat diketahui oleh pemerintah dan mendapat perhatian sebagai salah satu anak bangsa yang berjuang membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Selain itu, Berlian juga memiliki mimpi lain yang tak kalah sederhana: bertemu dengan Deddy Corbuzier. Sejak kecil, ia mengaku terinspirasi setelah sering menonton program Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier.

Dalam beberapa tayangan tersebut, ia melihat anak-anak yang memiliki kemampuan berhitung cepat dan kemampuan luar biasa.

Dari situlah, ketertarikannya pada kemampuan berhitung cepat semakin tumbuh. Tanpa disadari, mimpi kecil yang terinspirasi dari layar televisi itu kini telah membawanya menjadi juara dunia dalam kompetisi matematika mental.

Meski telah meraih prestasi internasional, kisah Berlian belum banyak dikenal publik.

Bahkan, sekembalinya dari ajang dunia tersebut, tidak ada penyambutan khusus dari pejabat daerah.

Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat. Berlian tetap menjalani kehidupannya sebagai siswi sekolah dasar di Pacitan, sambil terus belajar dan bermimpi lebih besar.

Kini, harapannya sederhana:
agar suatu hari dapat bertemu dengan Prabowo Subianto dan Deddy Corbuzier, dua sosok yang menurutnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

Kisah Berlian menjadi pengingat bahwa di berbagai pelosok negeri, banyak anak-anak berbakat yang berjuang membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.

Dengan dukungan yang tepat, mereka berpotensi menjadi generasi emas yang mengharumkan bangsa di masa depan.

Prestasi Berlian bukan sekadar tentang sebuah trofi, tetapi tentang mimpi besar seorang anak desa yang berhasil menggema hingga ke panggung dunia.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *