YIA Jadi Magnet Baru, Kunjungan Wisata Kulon Progo Tembus 346 Ribu Wisatawan

 

KULON PROGO ( DIY ) – Beroperasinya Embarkasi Haji di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Kulon Progo. Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mengalami lonjakan signifikan hingga 105,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Haji Bandara YIA Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Sebanyak 9.320 jemaah haji yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan enam kabupaten wilayah eks Karesidenan Kedu telah diberangkatkan melalui 26 kelompok terbang (kloter). Saat ini, sebagian kloter juga telah mulai kembali mendarat di Bandara YIA.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, mengatakan bahwa aktivitas embarkasi haji di Bandara YIA turut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kulon Progo.

“Peningkatan kunjungan ini tidak lepas dari dimulainya operasional Bandara YIA sebagai Embarkasi Haji serta banyaknya momentum libur panjang selama bulan Mei,” ujar Sutarman, Kamis ( 4/6)

Data Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo menunjukkan jumlah kunjungan wisata retribusi hingga Mei 2026 mencapai 120.756 kunjungan. Angka tersebut meningkat 105,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 58.766 kunjungan.

Sementara itu, total kunjungan wisatawan, baik yang tercatat melalui retribusi maupun non-retribusi, mencapai 346.325 wisatawan hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 105,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 168.536 wisatawan.

Lonjakan kunjungan wisatawan terlihat dari tren kunjungan bulanan sepanjang tahun 2026. Pada Januari tercatat 329.675 kunjungan, Februari 223.307 kunjungan, Maret 423.320 kunjungan, April 138.362 kunjungan, dan melonjak tajam pada Mei hingga mencapai 467.081 kunjungan.

Menurut Sutarman, peningkatan pada bulan Mei dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat yang mengantar maupun menjemput jemaah haji di Bandara YIA, ditambah momentum libur panjang yang mendorong aktivitas wisata di berbagai destinasi unggulan Kulon Progo.

Selain peningkatan jumlah kunjungan, sektor pariwisata juga mencatat pertumbuhan pendapatan yang cukup menggembirakan. Hingga Mei 2026, realisasi pendapatan retribusi wisata mencapai Rp4.220.730.000 atau 53,97 persen dari target tahunan sebesar Rp7.827.461.229.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp3.242.598.000, pendapatan retribusi wisata tahun ini tumbuh sebesar 30,66 persen.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo terus melakukan berbagai upaya promosi dan pemasaran destinasi wisata melalui media sosial, publikasi digital, penyebarluasan informasi destinasi, serta penguatan jejaring dengan pelaku industri pariwisata dan pengelola destinasi.

Selain itu, koordinasi dengan pengelola objek wisata juga terus dilakukan guna memastikan kesiapan layanan, kebersihan kawasan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan selama masa libur maupun akhir pekan.

Sutarman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola destinasi wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat yang telah mendukung terciptanya suasana wisata yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, kami berharap sektor pariwisata Kulon Progo dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.

( PAY )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *