Opini  

Investigasi Dana PI Migas Madura 2015–2025 Capai Rp1,35 Triliun, Transparansi BUMD Disorot

SIARAN PERS NASIONAL

Investigasi Dana PI Migas Madura 2015–2025 Capai Rp1,35 Triliun, Transparansi BUMD Disorot

Madura, Jawa Timur — Potensi dana Participating Interest (PI) 10 persen dari sektor minyak dan gas bumi (migas) di Pulau Madura dalam kurun waktu 2015–2025 diperkirakan mencapai Rp700 miliar hingga Rp1,35 triliun. Namun, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran data produksi migas, laporan pemerintah, dan sumber industri energi, terdapat sejumlah blok migas utama di Madura yang menjadi sumber pendapatan daerah.


Blok Migas Penyumbang Dana PI di Madura

Beberapa blok migas utama di Madura meliputi:

  • Blok Kangean – Kabupaten Sumenep
  • West Madura Offshore – Kabupaten Bangkalan
  • South East Madura – Kabupaten Sumenep
  • North Madura II – Kabupaten Sampang

Blok-blok tersebut dikelola oleh sejumlah perusahaan energi, antara lain Kangean Energy Indonesia, Medco Energi Internasional, Husky CNOOC Madura Limited, dan Petronas Carigali.


Estimasi Nilai PI Migas Madura

Berdasarkan estimasi produksi dan harga energi global, potensi nilai PI 2015–2025 sebagai berikut:

Blok MigasEstimasi Nilai
KangeanRp350 – Rp700 miliar
West Madura OffshoreRp200 – Rp350 miliar
South East MaduraRp120 – Rp220 miliar
North Madura IIRp30 – Rp80 miliar

Total estimasi dana PI:
Rp700 miliar – Rp1,35 triliun


BUMD Pengelola Dana Migas

Dana PI tersebut dikelola oleh sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD):

  • PT Wira Usaha Sumekar – Sumenep
  • PT Sumber Daya Bangkalan – Bangkalan
  • PT Geliat Sampang Mandiri – Sampang
  • Petrogas Jatim Utama – Jawa Timur

Namun, sejumlah pihak menilai transparansi pengelolaan dana tersebut masih perlu diperkuat.


Kutipan Ketua Umum LIN

Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara, Robi Irawan Wiratmoko yang dikenal dengan sapaan Gus Robi, menilai bahwa besarnya potensi migas Madura harus diiringi dengan transparansi pengelolaan dana.

“Gus Robi” mengatakan:

“Potensi migas di Madura sangat besar. Jika dana Participating Interest dikelola secara transparan dan profesional, maka dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Namun jika tidak diawasi dengan baik, maka potensi ratusan miliar bahkan triliunan rupiah ini berisiko tidak memberikan manfaat optimal bagi daerah.”

Ia juga menegaskan pentingnya audit menyeluruh terhadap BUMD migas di Madura.

“Kami mendorong audit menyeluruh terhadap BUMD migas di Madura, mulai dari aliran dana, struktur kepemilikan, hingga kontribusi terhadap PAD. Transparansi adalah kunci agar kekayaan sumber daya alam benar-benar kembali kepada masyarakat.”


Aliran Dana PI Migas

Secara umum, aliran dana PI mengikuti skema:

Operator Migas

BUMD Daerah

Dividen

Kas Daerah (PAD)

Namun dalam praktiknya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi:

  • Struktur saham berlapis
  • Dividen kecil
  • Minim transparansi laporan
  • Pengawasan terbatas

Desakan Audit Transparansi

Pengawasan terhadap dana migas dilakukan oleh lembaga negara seperti:

  • SKK Migas
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • Badan Pemeriksa Keuangan RI

Sejumlah kalangan mendorong audit menyeluruh terhadap BUMD migas di Madura guna memastikan pengelolaan dana berjalan transparan dan akuntabel.


Kesimpulan

Investigasi ini menemukan:

  • Potensi dana PI migas Madura mencapai Rp1,35 triliun
  • Kontribusi PAD dinilai belum maksimal
  • Transparansi pengelolaan BUMD menjadi sorotan
  • Audit menyeluruh dinilai perlu dilakukan

Dengan potensi energi yang besar, BUMD migas di Madura diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Untuk Konfirmasi & Klarifikasi:
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait.

Kontak Media:
Tim Investigasi Nasional
Email:buserinvestigasi3@gmail.com
Telp: 081329028889

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *